April 02, 2009

buku " twilight"


Stephanie meyer mampu membuat penunggu dunia terbius oleh tokoh vampire yang ia ciptakan dalam novel berjudul ‘twilight’.

Edward hidup dengan ketampanan yang abadi dan berumur 17 tahun selama sekian puluh tahun. Dia bukan vampire yang nafsu menghisap darah manusia tanpa pamrih. Dia anak dari dokter ganteng Carlisle cullen yang menerapkan hidup vegetarian(darah hewan) dalam keluarga mereka. Selalu hidup nomaden karena akan timbul berbagai animo masyarakat yang negative tentang mereka yang tak pernah tua. Edward dan keluarganya hanya bisa tinggal di kota/Negara yang curah hujannya banyak. Salah satunya forks, salah satu kota yang memiliki curah hujan terbanyak di dunia. Membuat Edward bertahan hidup di kota ini dalam waktu yang cukup lama, terlebih lagi setelah mengenal bella swan, teman sebangkunya di kelas biologi.

Dia tiba-tiba bisa secepat kilat menahan bella dari tabrakan maut, dia bisa muncul di tempat dimana bella membutuhkan pertolongan dalam detik itu, dia juga selalu berkata tentang sesuatu yang memancing bella untuk bertanya-tanya siapa orang yang mulai dominan dalam hidupnya.

Bella akhirnya tahu Edward seorang vampire setelah keduanya saling mencintai. Dan semua itu semakin merekatkan hubungan mereka.

Mau sebagai apa bella mencinta Edward ? dan ketika bella telah rela menjadi seorang vampire, Edward urung mempersilahkan bella menjadi bagian dari keluarganya.


review by kUskUs :)

April 01, 2009

review "Benjamin Button"


Film yang sederhana namun mampu meninggalkan kesan. Sederhana sebab bercerita tentang pertumbuhan seorang anak Tuhan. Berkesan karena cerita ini berawal dari adegan seorang bayi yang terlahir tua. Kemudian? Tumbuh semakin muda. Begitu berbeda dengan yang lain. Benjamin, yang diperankan oleh aktor ganteng Brad Pitt adalah nama anak beruntung itu. Memang dia terlahir menyedihkan, bahkan dia terlahir keriput dengan keadaan tulang yang tak sempurna. Setelah diperiksa seorang dokter, dia bayi berumur 80 tahun, yang hidupnya diramalkan tak akan lama lagi. Ibunya meninggal sesaat setelah ia lahir. Ayahnya, Mr. Button seorang pengusaha kancing terkaya, di New Orleands, membuangnya karena menganggap dia adalah monster buruk rupa yang merampas seluruh kebahagiaannya. Benjamin dirawat oleh Queenie, seorang pembantu di sebuah panti jompo. Hingga dia bertemu dengan ayahnya, Benjamin masih selalu menganggap bahwa Queenie- lah ibunya, satu2nya orang yang perduli, sayang dan selalu membelanya diantara orang- orang yang menganggap dirinya "berbeda".

Seiring waktu berlalu, Benjamin semakin "berkembang" menjadi pria "dewasa" versi dia, dia pun ingin hidup mandiri, dan berpetualang. Pada usia 18 tahun dia ikut berlayar bersama Kapten Mike. Dalam perjalanan hidupnya, Benjamin mengantongi banyak pelajaran hidup. Salah satunya adalah setiap orang memiliki bakat dan kemampuan masing2 dan kita harus menyadari itu.


Film ini juga memuat view atau pemandangan yang begitu klasik, suasana pertunjukan balet di panggung Prancis hingga ketika matahari mulai mengintip bumi lewat lepas pantai.

Tak luput juga ada kutipan esensial yang menyayat. "Kita boleh berusaha dan bekerja sekeras mungkin, namun jika takdir tidak menghendaki, maka kita harus merelakannya."



REVIEW BY PETRUK

Jelang Esok

1800 detik jelang esok dalam keterjagaan

Butir embun terangkai bersama pikir dan usaha yang berlaku

Usap mata hapus lelah karena esok akan tiba

Tuntaskan hari menutup emban yang terakumulasi

Akan datang pula emban baru yang masih abstrak

Terkadang menakutkan saat detik meninggalkan

Namun aku yakin kau akan tetap mampu lewati pergeseran waktu,

hingga embun menangis dalam kebahagiaan kita



Rabu, 010409 23.30
dari "Jay"
untuk Lingkar

Maret 29, 2009

semacam prosa karya arsa bunga rosa

untuk lingkar, teater ku

...

karena teater

aku menjadi pinter

karena teater

aku menjadi berkarakter

karena teater

hidupku gak mutermuter